Kampus ISI & Gd. Keuangan Pasca Gempa Bantul
2.23 min.
| 3.0 user rating | 5493 views
Gempa yang terjadi pada hari sabtu 27 Mei 2006 jam 5.54 WIB pagi tersebut telah mengakibatkan lebih dari tigapuluh ribu orang mengalami luka-luka, 5.782 orang meninggal dan ratusan ribu rumah penduduk rusak. Gempa berkekuatan 5,9 SR tersebut juga mengakibatkan ribuan sekolah dan fasilitas umum lainnya rusak. Belum lepas dari ingatan dan belum selesai ancaman bencana gunung Merapi meletus, tiba-tiba bencana yang lebih dasyat, gempa bumi, meluluh lantakkan Yogyakarta. Bukan hanya warga DIY dan sebagian Jateng saja yang menangis, tetapi Indonesia juga menangis.
Menurut data yang dikeluarkan oleh Media Center Satkorlak melalui situs Jogja Media Center, daerah yang paling parah tertimpa bencana adalah Kabupaten Bantul-DIY dan Kabupaten Klaten-Jawa Tengah. Kabupaten Bantul paling banyak jumlah korban manusia, baik yang meninggal maupun luka-luka. Jumlah korban yang meninggal di Kabupaten Bantul tercatat 4.788 orang sampai saat itu. Sedang Kabupaten Klaten merupakan daerah terparah kedua, dengan jumlah korban meninggal mencapai 994 orang. Di Kabupaten Bantul, jumlah rumah yang rata dengan tanah tercatat 28.939 buah, yang rusak berat berjumlah 40.038 buah dan rusak ringan berjumlah 30.906 buah. Sedang di Kabupaten Klaten jumlah rumah roboh tercatat 36.210 buah, yang rusak berat berjumlah 59.062 buah dan rusak ringan berjumlah 83.933 buah.
Gempa bumi di pagi itu juga mengakibatkan aktifitas jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan XIV Yogyakarta terganggu. Gedung Keuangan Negara (GKN) Yogyakarta tempat beraktifitas instansi vertikal Departemen Keuangan, turut menjadi korban kedasyatan gempa tersebut. Sebagian besar atap gedung hancur. Sebagian tembok juga mengalami retak-retak dan patah. Untuk itu, demi keamanan para pegawai dan pelayanan kepada masyarakat, Kanwil XIV Ditjen Perbendaharaan Yogyakarta untuk sementara akan segera dipindahkan. Direncanakan Kanwil XIV Ditjen Perbendaharaan Yogyakarta Yogyakarta sudah pindah ke eks. Gedung Departemen Transmigrasi di jalan Sudirman Yogyakarta. Sambil menunggu proses kepindahannya, maka aktifitas para pegawai dipusatkan di mess/rumah dinas pejabat Ditjen Perbendaharaan Yogyakarta.
Kanwil XIV Ditjen Perbendaharaan Yogyakarta membawahi tiga Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), yaitu KPPN Yogyakarta, KPPN Wonosari, dan KPPN Wates. Dari ketiga KPPN tersebut, hanya KPPN Yogyakarta yang mengalami kerusakan parah akibat gempa. KPPN Wonosari dan KPPN Wates tidak mengalami kerusakan yang berarti, sehingga masih bisa digunakan untuk aktifitas pelayanan kepada masyarakat.
LETUSAN ANAK KRAKATAU
2.30 min.
| 13711 views
Anak Krakatau sering mengeluarkan letusan, Video ini diambil saat festival Krakatau ke 18 tanggal 24
Method 1: Enter the URL of Youtube video
Method 2: Just add 'topc' word !!!
In YouTube.com site, watching your favorite video,
goto the navegation bar of your browser, where is the
url of the video, and just add "topc" word before the
word youtube, very simple !!!
For example, if you are watching :
http://www.youtube.com/watch?v=gS9mymMw66o
just add topc in this way :
http://www.topcyoutube.com/watch?v=gS9mymMw66o
and you can download the video to you PC.
Instructions to save and play videos
NOW THE VIDEOS IS DOWNLOADING IN MPEG FORMAT, so you can play them in Windows Media Player, WinAmp or you can burn it in a DVD and play the video in a dvd player in your TV !
YouTube is a trademark of Google Inc. YouTube logo is a trademark of YouTube.com.
ToPCYouTube.com is not be related in any way with YouTube.com
All the products, trademarks, videos, etc belong to their respective owners.
We use third-party advertising companies to serve ads when you visit our website. These companies may use information (not including your name, address, email address, or telephone number) about your visits to this and other websites in order to provide advertisements about goods and services of interest to you. If you would like more information about this practice and to know your choices about not having this information used by these companies, click here.